Exfoliation: Meet the key to improve your complexion

2021-02-16 00:36:23

Terlepas dari 3 tahapan dasar dalam skincare routine yaitu cleansing, toning dan moisturising, kulit yang cerah, indah, dan berseri membutuhkan lebih banyak upaya lho. 

 

Jika menurut kamu exfoliating atau pengelupasan sel kulit mati pada permukaan kulit adalah tahapan yang bisa kamu lewati, hmm… coba pikirkan lagi ya! Melansir dari Shape, pengelupasan kulit secara teratur merupakan bagian integral dari menjaga kesehatan dan kecantikan kulit. Tidak hanya menghilangkan lapisan terluar dari sel-sel kulit mati yang membuat kulit terlihat kusam dan kering, tetapi juga memastikan bahwa produk apa pun yang kamu gunakan setelahnya dapat menembus kulit dengan lebih baik dan pada akhirnya lebih efektif.

 

Exfoliating tidak hanya menghilangkan sel kulit mati, tetapi juga dapat memperbaiki kondisi kulit dengan beberapa cara. Melansir dari Healthline, pengelupasan kulit atau eksfoliasi dapat membuat kulit tampak lebih cerah dan meningkatkan efektivitas produk perawatan kulit yang digunakan secara topikal dengan meningkatkan penyerapan. Eksfoliasi secara teratur juga dapat membantu mencegah pori-pori tersumbat, sehingga dapat mengurangi jerawat yang timbul. Eksfoliasi jangka panjang dapat meningkatkan produksi kolagen. Kolagen adalah kunci untuk kulit bercahaya dan cerah, juga meningkatkan elastisitas kulit, meminimalkan munculnya garis-garis halus dan kekenduran pada kulit. Eksfoliasi yang umum dilakukan adalah physical exfoliation dan chemical exfoliation

 

1.     Physical Exfoliation

Produk atau metode pengelupasan apa pun yang membutuhkan penggosokan manual dikenal sebagai pengelupas fisik atau physical exfoliant. Kamu mungkin pernah menggunakan physical exfoliant seperti scrub pembersih, body brush, dan loofah. Nah, keuntungan terbesar dari metode ini adalah mudah, murah, dan tidak sulit untuk didapat. 

 

Jika kamu lebih memilih physical exfoliant, be gentle. Melansir dari Shape, menggosok secara berlebihan dapat menyebabkan iritasi pada kulit, maka cukup gunakan ujung-ujung jari kamu untuk meratakan produk dengan memijat lembut ke seluruh permukaan kulit wajah. Selain itu, menggosok secara berlebihan juga dapat menyebabkan berkurangnya kelembaban kulit dan memperparah jerawat. Oleh karena itu, gunakan minyak, serum, atau humektan yang dapat membantu meminimalkan iritasi dan mengunci kelembapan pada kulit setelah melakukan eksfoliasi. Dengan melakukan eksfoliasi secara fisik dua atau tiga kali seminggu, dapat membuat kulit lebih halus. Namun, sangat penting untuk memantau reaksi kulitmu, karena reaksi tersebut berbeda-beda untuk setiap jenis kulit.

 

2.     Chemical Exfoliation

    Pengelupasan kimiawi atau chemical exfoliation merupakan pengelupasan sel kulit mati menggunakan bahan asam yang diformulasikan dalam berbagai konsentrasi. Formula dengan konsentrasi asam yang lebih rendah dapat dibeli tanpa resep, sedangkan formula yang lebih kuat biasanya digunakan oleh dokter kulit terhadap pasien untuk melakukan tindakan chemical peeling.

 

Melansir dari Healthline, asam bekerja dengan memutus ikatan yang menyatukan sel-sel kulit. Saat ikatan tersebut rusak, lapisan atas sel kulit akan terlepas dan menampakkan kulit yang beregenerasi. Dengan pemakaian yang teratur, kulit terasa lebih halus dan warna kulit lebih merata, pori-pori tidak tersumbat, dan tanda-tanda penuaan tampak berkurang. Plus, eksfoliasi ini sangat mudah digunakan, cukup oleskan tipis-tipis pada wajah kamu, dan biarkan beberapa saat.

 

    Terdapat tiga jenis utama pengelupas kimiawi. Ketiganya bersifat asam, tetapi beberapa lebih lembut dan kurang penetrasi dibandingkan yang lain. Hal utama yang harus diingat adalah semakin tinggi konsentrasi dan semakin rendah pH, maka akan semakin kuat efek eksfoliasinya. Nah, simak perbedaan ketiga asam tersebut yuk!

 

  • Alpha Hydroxy Acids (AHAs)

Diantaranya yaitu glycolic, lactic, citric, dan malic acid cenderung berasal dari buah-buahan, tetapi juga dapat diproduksi secara sintetis. Dengan sifatnya yang larut dalam air, mereka bekerja di permukaan kulit untuk memperbaiki tekstur kulit serta melawan tanda-tanda penuaan pada kulit. Glycolic dan lactic acid merupakan AHA yang biasa digunakan dalam perawatan kulit. 

 

  • Beta Hydroxy Acids (BHAs)

Bersifat larut dalam minyak, sehingga selain bekerja di permukaan kulit, BHA juga dapat menembus pori-pori kulit. Asam yang bekerja lebih dalam ini tidak hanya bermanfaat untuk memperbaiki bagi tekstur kulit, tetapi juga membuka pori-pori yang tersumbat dan menghilangkan sebum berlebih penyebab jerawat. Contoh BHA antara lain yaitu salicylic acid dan tropic acid

 

  • Poly Hydroxy Acids (PHAs)

PHA bekerja dengan cara yang mirip dengan AHA. Perbedaannya adalah molekul PHA yang lebih besar, sehingga tidak dapat menembus lebih dalam. Inilah mengapa PHA diketahui memiliki efek iritasi yang lebih ringan dibandingkan dengan chemical exfoliants lainnya, terutama AHA. Dan meskipun tidak terlalu dalam menembus kulit, PHA seperti gluconolactone dan lactobionic acid memiliki manfaat lain yaitu membantu menghidrasi kulit dan berperan sebagai antioksidan.

 

Nah, setelah mengetahui peranan eksfoliasi pada kulit, luckily, Daneen memiliki serangkaian exfoliating essence dengan kandungan triple acid yang bersinergi mampu membantu memperbaiki dan meningkatkan kualitas kulit kamu. So, let’s meet them!  

 

Daneen Exfoliating Essence

 

Untuk mengetahui Daneen Exfoliating Essence yang #perfectlyfit buat kamu, kamu bisa cek di Daneen Skin Test. 

Social Media

Subscribe To Our Weekly Newsletter

No spam, notifications only about new products, updates.