What facial cleansers do to your skin

2021-02-16 00:52:40

Pikirkan apa saja paparan yang menempel pada kulit kamu sepanjang hari, Ladees! Mulai dari makeup, keringat, kuman, debu hingga polusi udara! Kulit kamu pasti menghadapi berbagai serangan dari luar. Cleansing atau membersihkan kulit wajah adalah langkah pertama dari semua rutinitas perawatan kulit kamu. Facial wash atau sabun pembersih berfungsi untuk mengangkat minyak, kotoran, dan debu yang menempel di wajah. Jika membersihkan wajah tanpa menggunakan facial wash, itu berarti akan ada penumpukan sisa-sisa debu, kotoran, dan minyak di kulit wajah. Tentunya hal ini disebabkan karena air tidak bisa meluruhkan minyak dan kotoran dari kulit wajah. Alhasil, wajah tidak akan menjadi bersih maksimal jika dicuci tanpa sabun pembersih.

Perlu diketahui nih, Ladees, proses pembersihan wajah dapat mengubah pH kulit kita lho. pH kulit cenderung asam yaitu sekitar 4.5-6 (pH balance kulit). Saat menggunakan facial wash dengan pH tinggi, hal ini dapat merusak acid mantle. Acid mantle ini merupakan lapisan pelindung pada permukaan kulit yang terdiri dari sebum, dan lipid. Berfungsi untuk melindungi kulit dari bakteri, alergen, dan polusi, serta menjaga kelembapan kulit. Ketika acid mantle terganggu, maka kulit kita berpotensi mengalami dehidrasi, gatal, kemerahan, dan terasa seperti tertarik, serta dapat menimbulkan jerawat. Oleh karena itu, pH balance pada facial wash sangat penting untuk mempertahankan kondisi alami kulit agar tidak mudah mengalami masalah pada kulit! Selain itu, facial wash dengan kandungan pelembab seperti sodium hyaluronate, aloe vera, cucumber extract, dan saccharide isomerate juga berfungsi membantu menjaga kelembapan kulit setiap habis membersihkan wajah.

Bagi sebagian orang, efektivitas facial wash berhubungan dengan jumlah busa yang dihasilkan. Semakin banyak busanya, berarti semakin baik kerja sabunnya. Padahal, untuk membersihkan kulit tidak dibutuhkan busa sedemikian banyaknya. Pada kebanyakan sabun, busa yang dihasilkan didapat dari bahan kimia yaitu surfaktan, seperti, sodium lauryl sulfate (SLS) atau sodium laureth sulfate (SLES). Surfaktan ini banyak ditambahkan pada sabun karena murah dan membentuk busa yang banyak. Bila tidak dibilas dengan baik, dapat menumpuk di permukaan kulit dan bukan tidak mungkin terserap secara sistemik. Hal yang pasti, produk sulfat dapat menggerus minyak alami yang ada di permukaan kulit. Jika berkontak dengan bahan kimia setiap hari, perlahan kulit akan kehilangan minyak alami ini sehingga pertahanan kulit kita bisa menurun. Akibatnya, kulit rentan mengalami iritasi. So, what do you think, Ladees? Busa bukanlah indikator sebuah cleanser baik atau tidak, ya! Jadi, kita tidak diharuskan kok untuk membersihkan wajah dengan facial wash yang memiliki busa melimpah.

Jika kamu masih bingung memilih produk yang tepat, yuk kenalan dengan Daneen Floral Cleanser berikut ini! Pun Daneen memiliki feature Daneen Skintest yang akan membantu kamu bagaimana menemukan facial wash yang #perfectlyfit buat kamu. Cheers up to skin positivity!

Daneen Floral Cleanser :
Daneen Radiant Floral Cleanser
Daneen Gentle Floral Cleanser
 

Untuk mengetahui Daneen Sun Care yang #perfectlyfit buat kamu, kamu bisa cek di Daneen Skin Test. 

Social Media

Subscribe To Our Weekly Newsletter

No spam, notifications only about new products, updates.